Total Pageviews

Saturday, October 30, 2010

Cerita Coklat


Rasa cokelat saat ini manis, agak creamy untuk yang mengandung susu, Tapi sebelum tahun 1528, cokelat adalah minuman yang kaya akan rempah dan mungkin terasa sedikit pedas.

Di zaman sekarang, cokelat banyak ditemukan dalam berbagai bentuk. Batangan, permen, minuman, kue, dan bukan tidak mungkin jika suatu saat kita menemukan masakan yang menggunakan cokelat. Nggak mungkin? Siapa tahu? Kalau masakan dengan bahan minuman berkarbonat dan beraroma kola saja ada, kenapa semangkuk sup ayam cokelat tidak ada?

Kembali ke topik. Semua jenis cokelat yang ada di dunia ini berasal dari pohon kakao, bukan pohon cokelat. Pohon ini hanya dapat tumbuh dengan baik dengan syarat tanpa perubahan suhu yang ekstrem, cukup sinar matahari dan curah hujan. Tidak aneh, kalau kita dapat me-nemukan tumbuhan ini hidup di daerah-daerah yang beriklim tropis. Namun, sejarah awalnya pohon ini berasal dari Amerika Tengah.


Pohon kakao yang bijinya dapat diolah menjadi cokelat ada tiga macam, yaitu criollo, forastero, dan trinitario. Jenis yang pertama, criollo, adalah yang paling superior dan hanya tumbuh daerah Amerika Tengah, Kepulauan Karibia, dan sebagian kecil bagian utara Amerika Selatan. Keunggulannya terletak pada kompleksitas rasa namun lembut dengan rasa cokelat klasik yang rendah, tetapi sangat kaya pada secondary note dengan jejak yang bertahan lama di mulut. Sa-yangnya, criollo kini sudah sangat sulit ditemukan dan hanya menghasilkan buah yang sedikit jumlahnya. Kalaupun ada, harganya sangat mahal di pasar kakao.

Kebalikannya, forastero, boleh dikatakan sebagai pohon kakao industri. Karena lebih tahan akan tuntutan lingkungan sekitarnya, jenis ini sangat mudah ditemukan di berbagai negara yang memiliki iklim tropis. Selain itu varietas ini sangat produktif menghasilkan buah kakao. Hanya saja, kualitasnya kalah dibandingkan de-ngan criollo. Bijinya memiliki karakter rasa khas cokelat sangat kuat, dengan periode secondary notes yang singkat. Namun ada juga beberapa varietas dari forastero yang memiliki karakter rasa yang sangat komplek, seperti arriba dan nacional.

Sedangkan trinitario adalah perkawinan criollo dan forastero. Uniknya, mereka "menikah" tanpa paksaan, alias terjadi secara alami. Lebih spesifik lagi antara amelonado forastero dengan criollo setempat. Nah, kabar baiknya adalah jenis ini memiliki "kekuatan fisik" forastero dan inner beauty dari criollo. Cantik luar dalam lah kalau ia seorang manusia. O ya, nama trinitario diberikan karena asal muasalnya terdapat di Trinidad.

Sejak 1000 SM bangsa-bangsa yang mendiami daerah Meso-Amerika, Amerika Tengah sampai bagian utara Amerika Selatan sudah mengkonsumsi cokelat. Jangan bayangkan saat itu sudah ada coklat batangan seperti sekarang. Mereka mengolahnya menjadi minuman yang mirip dengan hot atau cold chocolate se-perti yang biasa kita temui saat ini. Hanya saja mereka menambahkan rempah-rempah, seperti kayu manis, vanila, annatto, bubuk cabai, dan lain sebagainya. Dapat dibayangkan cokelat de-ngan rasa spicy yang sedikit nendang, mungkin ramuan kata yang lebih tepat.

Adalah Bangsa Maya yang terbukti pertama kali menemukan resep minuman cokelat dan cara pengolahan biji kakao. Kemudian, orang-orang Aztec menduplikasinya ketika mereka menguasai daerah Meso-Amerika. Mereka memberi nama minuman ini dengan xocoãtl (chocoatl) yang berarti air pahit. Cuma sedikit perbedaan antara cara orang Maya dan Aztec, yaitu orang Maya lebih menyukai yang panas, di mana Aztec lebih suka dingin. Kala itu juga, mereka juga menggunakan biji kakao sebagai alat tukar atau mata uang.

Pada akhir abad 15, bangsa-bangsa Eropa terlena pada euforia penjelahan dunia, saat itu juga cokelat mengalami babak baru yang dimulai ketika ditemukannya Amerika Selatan oleh Christopher Colombus. Dia juga diyakini sebagai orang pertama minum "air pahit" pada 1502 di Nicaragua. Tetapi yang mempopulerkan cokelat ke dunia adalah Hernan Cortez yang memimpin ekspedisi ke Aztec di tahun 1519. Tujuh tahun kemudian dia kembali ke Spanyol dengan membawa biji kakao sebagai bahan baku dan tentu resep pembuatan minuman ini. Minuman ini mulai populer di Eropa, setelah mengalami sedikit modifikasi. Lada, kayu manis, cabai, tepung jagung, dan rempah-rempah lainnya dicoret, kecuali vanila yang masih diperta-hankan. Sebagai gantinya, susu dan gula masuk ke dalam resep.

Sejak itu cokelat menjadi primadona di benua ini. Negara-negara seperti, Prancis, Belgia, Italia, Spanyol, atau Swiss mulai meng-eksplorasi biji kakao. Permintaan kakao di Eropa mulai tinggi, dan ini dilirik sebagai bisnis baru. Mereka mulai menanam kakao di koloni-koloni mereka. Spanyol membawa kakao ke Filipina, Prancis ke Pantai Gading, Belanda ke Indonesia, dan Inggris ke Malaysia.

No comments:

Post a Comment